Konfigurasi Dasar Mikrotik untuk Pemula
Mikrotik RouterOS telah lama menjadi tulang punggung infrastruktur jaringan, baik untuk skala kecil maupun perusahaan besar. Perangkat ini menawarkan fleksibilitas dan fitur yang luar biasa, namun antarmuka pengaturannya—terutama melalui aplikasi WinBox—sering kali terlihat rumit bagi pengguna baru. Memahami konfigurasi dasar adalah langkah krusial untuk memastikan router Anda berfungsi optimal, aman, dan siap mendistribusikan koneksi internet.
Artikel tutorial ini disusun sebagai panduan langkah demi langkah yang komprehensif. Kami akan memandu Anda melalui proses esensial untuk mengonfigurasi Mikrotik dari kondisi pabrik hingga siap digunakan sebagai gerbang internet (gateway) bagi perangkat lokal Anda.
Persiapan Awal dan Akses ke RouterOS
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan Anda dapat mengakses Mikrotik. Akses konfigurasi utama dilakukan menggunakan aplikasi berbasis Windows bernama WinBox. Pastikan perangkat Anda terhubung langsung ke salah satu port LAN pada router Mikrotik.
Menggunakan WinBox untuk Akses Awal
Setelah mengunduh dan menjalankan WinBox, router Mikrotik Anda seharusnya terdeteksi secara otomatis di tab "Neighbors".
Pada kondisi default, Mikrotik biasanya tidak memiliki konfigurasi IP di sisi LAN. Oleh karena itu, cara termudah untuk masuk adalah melalui Alamat MAC (MAC Address). Klik pada alamat MAC router yang terdeteksi, dan masukkan kredensial default (Username: admin, Password: dikosongkan). Klik Connect.
Menghapus Konfigurasi Default
Sebagian besar perangkat Mikrotik datang dengan konfigurasi default yang sudah diterapkan (biasanya berupa konfigurasi dasar untuk Home AP). Meskipun konfigurasi ini mungkin fungsional, sering kali lebih baik memulai dari nol untuk menghindari konflik di masa mendatang dan memastikan setiap aturan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik jaringan Anda.
Setelah berhasil masuk, jika muncul jendela "RouterOS Default Configuration", Anda memiliki dua pilihan:
- Jika Anda ingin memulai dari nol: Klik tombol Remove Configuration. Router akan otomatis melakukan reboot. Tunggu hingga router menyala kembali, lalu akses lagi melalui WinBox menggunakan MAC Address.
- Jika tidak muncul jendela pop-up: Lakukan penghapusan secara manual melalui menu
System > Reset Configuration. Centang opsiNo Default ConfigurationdanDo Not Backup, kemudian klikReset Configuration.
Setelah router berhasil di-reset, Anda siap memulai konfigurasi inti.
Menetapkan Identitas dan Penamaan Antarmuka
Langkah awal yang baik dalam administrasi jaringan adalah memberikan identitas unik pada router dan menamai setiap antarmuka (port) fisik. Hal ini sangat membantu dalam proses troubleshooting.
Mengatur Identitas Sistem
Buka menu System > Identity. Ubah nama identitas sesuai lokasi atau fungsi router (misalnya: Router_Pusat_RG). Klik Apply. Nama ini akan muncul di bagian atas jendela WinBox dan memudahkan identifikasi saat Anda memiliki banyak perangkat Mikrotik.
Penamaan Antarmuka (Interface)
Buka menu Interface. Secara default, port akan diberi nama ether1, ether2, dst. Ubah nama-nama ini agar lebih deskriptif:
- Klik
ether1, ubah namanya menjadi WAN (Wide Area Network - port yang terhubung ke sumber internet/modem). - Klik
ether2, ubah namanya menjadi LAN (Local Area Network - port yang terhubung ke switch atau komputer lokal).
Penamaan ini akan digunakan sebagai referensi di semua konfigurasi selanjutnya.
Alokasi Alamat IP (WAN dan LAN)
Agar router dapat berkomunikasi dengan dunia luar (Internet) dan juga melayani jaringan internal, diperlukan penetapan alamat IP yang tepat.
Konfigurasi IP Sisi WAN (Internet)
Tergantung pada penyedia layanan internet (ISP) Anda, konfigurasi WAN bisa berupa IP Statis atau DHCP Client. Umumnya, pengguna rumahan menggunakan DHCP Client.
Jika Menggunakan DHCP Client:
Buka menu IP > DHCP Client. Klik tombol tambah (+). Pilih antarmuka WAN. Pastikan Add Default Route dicentang. Klik Apply. Router akan secara otomatis meminta dan mendapatkan alamat IP, Gateway, dan DNS dari modem ISP Anda.
Jika Menggunakan IP Statis:
Anda harus menambahkan alamat IP, network, dan gateway secara manual. Buka menu IP > Addresses. Klik tombol tambah (+). Masukkan IP yang diberikan ISP (misalnya: 192.168.1.10/24) dan pilih antarmuka WAN. Setelah itu, tambahkan Default Route melalui menu IP > Routes, dengan Dst. Address 0.0.0.0/0 dan Gateway sesuai IP modem ISP Anda.
Konfigurasi IP Sisi LAN (Lokal)
Ini adalah alamat IP yang akan digunakan router sebagai Gerbang (Gateway) bagi seluruh jaringan lokal Anda.
Buka menu IP > Addresses. Klik tombol tambah (+). Masukkan alamat IP yang Anda inginkan untuk jaringan lokal (misalnya: 192.168.88.1/24). Pilih antarmuka LAN. Klik Apply.
Alamat 192.168.88.1 sekarang adalah alamat gateway lokal Anda, dan semua perangkat di jaringan Anda akan mendapatkan IP dalam rentang 192.168.88.2 hingga 192.168.88.254.
Mengaktifkan Layanan DHCP Server
Untuk menghindari konfigurasi IP manual di setiap perangkat klien (laptop, HP, tablet), kita perlu mengaktifkan DHCP Server. Layanan ini bertugas memberikan IP, Gateway, dan DNS secara otomatis.
Cara termudah adalah menggunakan Wizard DHCP Setup:
- Buka menu
IP > DHCP Server. - Klik tombol DHCP Setup.
- Pilih antarmuka yang akan dilayani:
LAN. Klik Next. - Tentukan DHCP Address Space (ini akan otomatis terisi berdasarkan IP LAN yang sudah kita buat, yaitu
192.168.88.0/24). Klik Next. - Tentukan Gateway for DHCP (ini akan otomatis terisi dengan IP LAN router, yaitu
192.168.88.1). Klik Next. - Tentukan Addresses to Give Out (rentang IP yang akan dibagikan, misalnya
192.168.88.2-192.168.88.254). Sesuaikan jika diperlukan. Klik Next. - Tentukan DNS Servers (biarkan otomatis atau masukkan DNS publik, seperti
8.8.8.8dan8.8.4.4). Klik Next. - Tentukan Lease Time (berapa lama IP akan dipinjamkan ke klien). Klik Next.
DHCP Server kini aktif. Perangkat yang terhubung ke port LAN atau switch yang terhubung ke Mikrotik akan mendapatkan IP secara otomatis.
Konfigurasi Firewall NAT (Internet Sharing)
Meskipun klien sudah mendapatkan IP lokal, mereka belum bisa mengakses internet. Hal ini karena alamat IP lokal (Private IP, seperti 192.168.88.x) tidak dikenali di internet publik. Di sinilah peran Network Address Translation (NAT), khususnya Masquerade.
Masquerade berfungsi menerjemahkan semua permintaan dari IP lokal ke alamat IP Publik yang dimiliki router di sisi WAN, sehingga internet dapat diakses.
Langkah-langkah konfigurasi NAT:
- Buka menu
IP > Firewall. - Pilih tab
NAT. Klik tombol tambah (+). - Pada tab General:
- Chain: Pilih
srcnat(Source NAT). - Out. Interface: Pilih
WAN(antarmuka yang terhubung ke internet).
- Chain: Pilih
- Pindah ke tab Action:
- Action: Pilih
masquerade.
- Action: Pilih
- Klik Apply.
Setelah aturan ini diterapkan, perangkat di jaringan LAN Anda seharusnya sudah bisa mengakses internet.
Pengaturan DNS dan Keamanan Dasar
Meskipun DNS sudah diatur melalui DHCP Client atau DHCP Server, ada baiknya memastikan konfigurasi DNS utama di router juga sudah benar.
Mengatur DNS Router
Buka menu IP > DNS. Pastikan opsi Allow Remote Requests dicentang. Masukkan server DNS statis yang handal (misalnya: 8.8.8.8 dan 1.1.1.1). Hal ini memastikan router dapat melakukan resolusi nama domain dengan cepat.
Mengamankan Akses Router
Salah satu kesalahan terbesar pengguna baru adalah membiarkan kata sandi administrator tetap kosong (default). Ini adalah celah keamanan serius. Segera amankan router Anda.
Buka menu System > Users. Klik pada user admin, lalu klik tombol Password. Masukkan kata sandi yang kuat dan unik. Klik OK.
Setelah ini, setiap kali Anda mengakses WinBox, Anda harus memasukkan kata sandi tersebut.
Kesimpulan
Anda telah berhasil menyelesaikan konfigurasi dasar Mikrotik RouterOS. Router Anda kini memiliki identitas yang jelas, mampu mendapatkan koneksi internet, mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada klien, dan yang terpenting, sudah diamankan dengan kata sandi administrator.
Proses ini, yang meliputi penghapusan konfigurasi default, penetapan IP, aktivasi DHCP, dan pengaturan NAT, adalah fondasi penting dalam administrasi jaringan. Dengan fondasi yang kuat ini, Anda dapat melanjutkan eksplorasi fitur-fitur Mikrotik yang lebih canggih, seperti manajemen bandwidth (Queue), pengaturan keamanan lebih lanjut (Filter Rules), atau implementasi VLAN. Kunci utama dalam menguasai Mikrotik adalah konsistensi dan pemahaman yang mendalam mengenai fungsi setiap aturan yang Anda terapkan.
---
Post a Comment